GLOSARIUM MODUL 3 - A04

GLOSARIUM MODUL 3

  1. Ekologi Industri: Pendekatan interdisipliner yang merancang dan mengoperasikan sistem industri agar berfungsi layaknya ekosistem alam yang minim limbah.
  2. Ekonomi Linear: Model ekonomi konvensional berbasis pola take-make-dispose (ambil-buat-buang) yang memicu penumpukan limbah.
  3. Ekonomi Sirkular: Model ekonomi yang mengeliminasi limbah dengan memaksimalkan penggunaan kembali dan daur ulang material.
  4. Siklus Tertutup (Closed-Loop System): Sistem produksi di mana limbah dan produk bekas dikembalikan ke siklus sebagai bahan baku atau energi.
  5. Simbiosis Industri: Kerja sama antarindustri di mana limbah atau produk sampingan satu pabrik dimanfaatkan sebagai input bagi pabrik lain.
  6. Ekologi Konvensional: Ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan lingkungan alamiahnya secara murni.
  7. Life Cycle Thinking: Pendekatan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dari keseluruhan tahapan umur produk, mulai dari bahan baku hingga pembuangan.
  8. Life Cycle Assessment (LCA): Metode terstandar (ISO 14040/14044) untuk mengukur dampak lingkungan suatu produk sepanjang siklus hidupnya.
  9. Material Flow Analysis (MFA): Metode pemetaan dan pemantauan kuantitatif aliran material serta energi dalam suatu sistem industri.
  10. Reverse Logistics: Sistem logistik aliran balik untuk mengumpulkan produk usang dari konsumen kembali ke produsen.
  11. Remanufaktur: Proses pemulihan komponen usang/rusak agar kembali memiliki kualitas dan fungsi seperti produk baru.
  12. Design for Disassembly: Perancangan produk agar komponennya mudah dibongkar untuk memudahkan perbaikan atau daur ulang.
  13. Design for Environment (DfE): Pendekatan rekayasa desain produk yang meminimalkan dampak lingkungan sejak tahap perencanaan awal.
  14. Extended Producer Responsibility (EPR): Kebijakan yang memperluas tanggung jawab produsen hingga tahap pengelolaan limbah produk pascakonsumsi.
  15. Eco-Industrial Park: Kawasan industri terpadu tempat berbagai perusahaan berkolaborasi menerapkan simbiosis industri dan efisiensi sumber daya.
  16. Systems Thinking (Berpikir Sistem): Cara pandang yang melihat sistem industri sebagai jaringan komponen yang saling berkaitan, bukan unit terisolasi.
  17. Waste-to-Energy: Proses konversi limbah organik atau padat menjadi energi terbarukan seperti biogas, panas, atau listrik.
  18. Upcycling: Pengolahan kembali barang/material bekas menjadi produk baru yang memiliki kualitas atau nilai tambah lebih tinggi.
  19. Take-Back System: Program penarikan/pengumpulan kembali barang bekas dari konsumen oleh produsen untuk diolah ulang.
  20. Eko-Efisiensi: Konsep manajemen yang memaksimalisasi nilai output industri sekaligus meminimalkan konsumsi sumber daya dan dampak lingkungan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GLOSARIUM 20 EKOLOGI INDUSTRI - A04

REVIEW MODUL 1 EKOLOGI INDUSTRI - A01